





Di sebuah Desa yang sejuk, hiduplah seorang Ayah (Mark) dengan anak lelakinya yang berumur 12 tahun (Shawn). Mereka hidup dengan kesederhanaan yang penuh sukacita. Dalam hidupnya, Mark selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Karena, Shawn adalah anak satu2nya yang ia miliki. Begitu juga dengan Shawn yang ingin membahagiakan Ayahnya.
Dengan penuh semangat, Shawn selalu membantu ayahnya yang bekerja sebagai penjaga pintu Kereta Api. Pagi, siang, hingga malam pun Mark tetap setia dalam pekerjaannya. Karena pekerjaan ini sudah ia lakukan sejak Shawn 15tahun silam, hal ini membuat Shawn pun akhirnya mengetahui sedikit demi sedikit tugas2 yang di lakukan ayahnya.
Suatu ketika, Shawn berjalan bersama dengan ayahnya di sepanjang rel kereta api. Mereka berlarian dan sesekali ayahnya mengangkat Shawn dalam pelukannya. Kebahagiaan itu membuat Mark terkadang lupa dengan rasa lelahnya. Tawa Shawn lah yang membuat ia bersemangat.
Di sore hari yang cerah, Mark berada pada pos pintu jaga Kereta Api dan jalur air untuk kapal kecil agar dapat melintasi di bawah rel itu. Ketika sirine penanda kapal akan lewat pun berbunyi, Mark langsung mengangkat tuasnya agar rel kereta api terangkat untuk sementara supaya kapal ini dapat melintas di bawahnya. Selang 15 menit setelah kapal itu lewat, Mark meninggalkan tempat ia berdiri saat itu untuk mengambil secangkir kopi. Ia memastikan terlebih dahulu bahwa Shawn aman bermain di pinggir danau. Ia melihat Shawn yang memancing ikan itu sedang duduk dan melambaikan tangan untuk Ayahnya sambil tersenyum.
Tidak lama, Shawn yang ketika itu sedang duduk santai di pinggir danau melihat ada kepulan asap akan mendekati lintasan kereta api. Ia tercengang lalu melepaskan pancingan yang ia pegang saat itu. Ia sadar bahwa kepulan asap itu adalah milik Kereta Api yang akan melintas. Ia berteriak memanggil ayahnya. Namun, ayahnya tak kunjung keluar. Ia berteriak sekali lagi,”AYAH!! TURUNKAN TUASNYA!! KERETA ITU SEMAKIN DEKAT!” Namun, tidak ada jawaban dari dalam pos jaga itu. Shawn semakin takut apabila terjadi sesuatu dengan kereta api itu. Karena, ia berpikir bahwa ini menyangkut ratusan nyawa di dalamnya. Sekali lagi ia berteriak memanggil ayahnya, namun teriakan itu tidak terdengar oleh ayahnya. Shawn bingung jika ia menghampiiri ayahnya di Pos, maka kereta api itu akan masuk ke dalam danau, jalur lintas kapal.
Dan akhirnya, Shawn berlari menuju jembatan penghubung kereta api yang saat itu dalam keadaan masih terangkat. Ia tepat berada di himpitan jembatan itu untuk menarik tuasnya dengan cara manual. Namun, ketika ia telah menggapai tuas itu, ia terjungkal dan akhirnya ia terjebak di tengah himpitan jembatan penghubung itu dengan kepala berada di bawah. Ia terus mencoba untuk keluar dari himpitan itu, namun tenaga kecilnya tak sanggup membuatnya keluar dengan cepat.
Tidak lama, Mark keluar dengan membawa secangkir kopi hangat. Ia terkejut ketika di lihatnya ada sebuah kepulan asap yang semakin mendekat dengan jembatan itu. Ia tidak tahu dengan kejadian yang menimpa anaknya saat itu. Kemudian, ia tersadar bahwa Shawn sudah tidak lagi ada di pinggir danau. Mark terus memanggil Shawn dengan kencang. Namun, tidak ada jawaban Shawn ketika itu. Alangkah terkejutnya Mark, ketika ia melihat ke arah jembatan. Di mana Shawn mencoba mengaitkan kakinya dengan besi tua yang berada di atas jembatan itu . Mark yang tahu bahwa apa yang di lihatnya itu adalah kaki Shawn, maka ia keluar dari Pos dan ia akan melangkah menghampiri Shawn. Namun, ia di hadapi dilema di mana saat itu kereta api akan lewat. Ia hanya bisa berteriak dan menangis memanggil nama anaknya. Ia bingung dan di hadapi 2 pilihan antara menurunkan tuas yang ada di pos itu agar kereta itu bisa lewat tetapi dengan konsekuensi bahwa Shawn harus mati terhimpit di jembatan itu, atau ia menyelamatkan nyawa anaknya tetapi ia harus mengorbankan ratusan nyawa yang ada di dalam keretapi itu.
Ketika itu Mark ingin mencoba berlari menghampiri anaknya, tapi ia teringat dengan penumpang kereta api yang juga ada di tangannya. Ia berada di depan tuas itu sambil menghantamkan kepalanya ke dinding tua Pos itu. Ia tampak sangat menyesal dengan kecerobohan yang ia lakukan. Di dalam hatinya, ia tidak ingin kehilangan anak yang di cintainya. Kini nasib anaknya dan juga penumpang KA ada di tangannya. Apakah ia harus merelakan Shawn atau ratusan penumpang yang ia tidak kenali sebelumnya.
Akhirnya, ia berteriak dan ia menangis dalam tekanannya. Tuas itupun akhirnya….. ia turunkan!
Jembatan itu pun perlahan demi perlahan turun. Dan di depan mata kepalanya, Mark melihat Shawn yang saat itu terjebak di jembatan itu pun terhimpit besi tua rel kereta api yang sedang turun. Dalam tangisnya ia mendengar Shawn sempat berteriak memanggil ayahnya. Namun,Mark sadar bahwa ia dengan besar hati harus merelakan anak satu2nya demi ratusan nyawa di dalam kereta itu. Dan di waktu yang tepat, jembatan itu pun tertutp sehingga KA dapat melintasinya. Mark menjerit karena ia tahu bahwa Shawn telah tiada. Anak yang menjadi penantiannya selama 10 tahun dahulu telah tewas terhimpit jembatan KA itu. Dari beberapa penumpang yang ada di dalamnya, ada yang melihat Mark menangis dalam kesesakannya saat itu. Namun, ada juga yang mengabaikan tangisan sang penjaga pintu KA itu, mereka terlalu menyibukkan diri mereka dengan hal2 yang mereka lakukan tanpa mengetahui kebesaran hati seorang ayah merelakan anaknya tewas demi ratusan penumpang di dalam KA tersebut.
Dari cerita ini, kita dapat mengambil suatu pemahaman, bahwa Allah Bapa yang dengan ketulusan hatiNYA telah mengorbankan Yesus putraNYA yang tunggal demi kita manusia yang terkadang sangat melukai hatiNYA. Namun, IA adalah Bapa yang kekal. Di saat kita berbuat dosa, IA tetap menjadi seorang Bapa yang terus menanti anakNYA di kala sedih, suka, maupun dalam kebimbangan. Kita adalah manusia yang di panggil oleh Allah untuk menjadi anakNYA. Dan itu semua tergantung, bagaimana kita menanggapi panggilan Allah dalam hati kita. Apakah kita akan menolak panggilan Allah dalam hidup kita?? Tentu tidak. Kita telah di tebus melalui darah Yesus yang telah mati di kayu salib. Dalam kerapuhan kita, kita tetaplah menjadi sosok penantian Tuhan untuk menjadi saksiNYA.
Bukalah hatimu untuk menerima panggilan TUHAN dan menjadi pilihanNYA J
GBU always……


Pernahkah anda melihat tentang kerasnya kehidupan yang saudara2 kita alami dalam mencari sesuap nasi??
Yah, mereka mencari secercah kehidupan dengan tantangan hidup yang mereka harus hadapi. Suka duka pun juga tak urung mereka lalui bersama dengan keluarga mereka. Tapi, apakah anda tau bahwa bagaimana nasib masyarakat yang ada di daerah pinggir pantai dalam menghadapi tantangan hidup ini?
Beberapa waktu yang lalu, saya melihat sebuah tayangan di salah satu stasiun televisi. Di mana mereka memuat berita tentang masyarakat yang tinggal di daerah pinggir pantai. Ada yang membuat saya terkejut dengan isi tayangan tersebut, ternyata pekerjaan yang mereka lakukan sangatlah merugikan alam ini.
Menjadi seorang “Pencari Terumbu Karang” tidaklah mudah. Pekerjaan penuh resiko harus mereka hadapi entah di tengah teriknya matahari maupun dinginnya malam, MEREKA MENYELAM! Sungguh hal yang sangat miris untuk kita simak, apabila terumbu karang di laut Indonesia harus terkuras habis. Lalu kemana terumbu karang itu di kirim? Biasanya terumbu karang tersebut di kirim melalui stan2 terdekat dengan harga yang tidak sebanding dengan perjuangan para “Pemburu Terumbu Karang” ketika menyelam. Harga yang tidak sebanding juga dengan pertumbuhan karang tiap 1cm-nya. Dan resiko2 yang terjadi.
Sedangkan tiap 0,5 cm - 1cm dr terumbu karang itu harus menunggu selama 1 tahun. Bisa anda bayangkan butuh berapa lama terumbu karang memiliki karang yang padat dan kokoh seperti yang sering kita lihat di laut? Mungkin dari beberapa orang menganggap bahwa pertumbuhan terumbu karang sangatlah singkat, tapi kenyataan berbeda jauh. Bagaimana jika eksploitasi alam (laut) terkuras habis tanpa penanganan lebih dini?
Tanpa pengetahuan yang matang, tentu seseorang tidak dapat menggali potensi alam yang di benarkan.
Tapi, sebenarnya di sisi lain masyarakat pinggir pantai itu juga tidak memeliki lapangan pekerjaan selain menjadi pencari terumbu karang. Hanya itulah satu-satunya pekerjaan yang di geluti mereka hingga kini. Karena terbatasnya kemampuan mereka dalam hal pendidikan, maka sulit juga untuk mereka mencari pekerjaan di luar itu semua. Apabila di Tanya, apakah mereka mau tahu bahwa pekerjaan mereka ini berbahaya? Dengan tegas mereka menjawab ,” ya, saya tahu, tapi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada pekerjaan lainnya yang menjamin kelangsungan hidup saya, Cuma ini satu-satunya meskipun banyak larangan karena mergikan alam...”
Sungguh miris mendengar jawaban salah satu penduduk yang menjadi bagian dari pekerjaan itu. Lalu harus bagaimanakah pemerintah menanggapi suara rakyat seperti ini? Apakah kejadian seperti ini akan terus berlanjut hingga nantinya kita lah yang merasakan dampaknya apabila terumbu karang sudah terkuras habis??
Yah tapi inilah kehidupan, dan inilah alam kita yang harus kita jaga. Setidaknya, kita harus tahu dampak apa yang kita hadapi ketika alam ini mulai marah kepada kita, jika kita terus untuk merusaknya. Sebenarnya, banyak potensi alam yang dapat kita gali, tapi cenderung kerusakan tidak dapat di hindarkan akibat tangan manusia yang perlahan memperparah keadaan.
Sayangilah alam kita mulai dari sekarang. Bukan dengan alasan pekerjaan kita harus merusak terumbu karang kita, tapi carilah hal lain yang dapat kita jadikan lebih berharga tanpa merusak bumi kita ini.

TUHAN menjawabku dengan lembut, “sekali-kali aku tidak akan pernah meninggalkan engkau anakKU”
Aku menangis dan dalam heningku, aku berkata ,”Bapa, kini aku ingin berteriak karna aku tak mampu berdiri, aku tak mampu kendalikan diriku saat ini. Dan aku tidak tau harus berkata apa?!”
TUHAN menjawabku melalui perkataan firmanNYA ,”AnakKU, jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat 6:6)
Tersentaklah aku, ketika aku mendengar DIA berkata seperti itu, dan dalam hatiku bertanya, “ya Bapa, bagaimana aku dapat menemukan jawaban atas pergumulan hidupku kini Bapa, aku berseru saat ini dalam doaku, aku ingin mendapat sebuah jawaban dariMU Bapa.”
Sekali lagi Tuhan menjawabku, IA berkata, “Mintalah, maka akan di berikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan.” (Mat 7:7-8)
Ketika itu aku menangis sebab aku tahu bahwa TUHAN turut bekerja dalam segala sesuatu.
Dan aku percaya bahwa IA tidak akan pernah meninggalkan anak2NYA yang berseru kepadaNYA.
Berikan yang terbaik untuk KemuliaanNYA saat ini, esok dan selamanya…
God Bless Us!


Di saat semua uda tidur pules.. dan pada mimpi apa yg nongol dlm mimpi mereka, aku masih buka mataqu..n ada yang beda dr smua yg aku lakuin..
Hmm. Yapph.. maybe aku insomnia, tp ga Cuma itu.. kenapa aku tau2 nngis sambil bukain foto2 yang ada di laptopqu? All about mm2. Begitu banyak perjalanan yang qta jalani selama 2 tahun ini. Banyak banget yang nyatuin qta mulai dari waktu, jarak, pengertian qta satu sama lain, dan hal2 yang ga tergantikan dengan apapun, dan ga dapat di beli oleh siapapun. Karna itu kebahagiaan yang aku dapet selama hidupqu…dari shabat2qu….
Jujur , nulis blog ini aja, aku dah ga kuat nahan ampe akhirnya aku liat foto kalian sambil nangis, tau sendiri kan, cindy yg kalian kenal ga pernah nangis, tp mav, gtw napa cindy yg mlm ini ga bs tahan tangis..di tambah lagi aku dengerin lagu Christian Bautista-Everything u Do…
Everything u do makes me know how much I love u…my friends..
Aku bener2 berasa gag ada semangat, aku tau, qta masi bisa ketemu, tapi ga tiap qt aktivitas dalam 1 hr di skola, qt bs kyak dulu. Qta ga bisa lagi luangin waktu bareng,cerita2,sesering dulu,dsb. Semua yang kalian kasih ama aq berharga banget.. sangat amat berharga..bahkan aku ga kan pernah tuker itu ama apapun.
Aku inget banget, waktu febby, ira, githa, selly, mitha, lala, nisa, santi, nia, tiara,dll, ga bisa di sebutin satu2.. kalian emang yg deket banget ama aqu selama ini. Banyak kasih inspirasi yang bisa buat aku semangat. Makasih sist !
Aku bangga punya kalian. Aku bersyukur banget punya kalian yang ada buat aku selama ini. Apa lagi waktu kalian ngmg terang2an kalo aku berubah, berubh jd negative dr yg awal kalian kenal. Yupp.. itu kalo ga sala setelah qta pulang PI. Semua bilang aku bukan cindy yg dulu, aku berubah.. makasih yahh,, aku seneng kalian terbuka ama aqu, n itu yg gag kan pernah aku lupain ampe skg ini, cz aku tau kalo kalian ga pengen ada sahabat yg berubah kan.? Aku hargain tingginya nilai persahabatn ini.. aku sayang banget ama kalian.. sayangg bangett :’(
Kata2 pertama yg aku gag pernah lupa am kta2 febby di kantin belakang, dy bilang;
“ km bukan cindy yg dulu, aku kangen ama cindy yg dulu?”
“ maksdunya feb?”
“ km berubah, ga tw berubah apa??”
“ksii tauu.. T_T”
Dan akhirnya dari situ aku coba Tanya ke temen yg laen n aku tau,, aku jau lebi kasar, aku jau banget dr cindy yg dulu. Dan aku coba buat berubah.. Thx God, Kau beri mereka ada di sisiqu selama ini. Aku tau bahwa ga semua apa yang aku jalani selama ini bener. Ad kalanya aku berubah dan mereka2 inilah yang buat aku berubah lagi jd cindy yg dulu.. makasih banget :)
Kalian tau, sebenernya aku pengen banget ngomong 1 hal ama kalian.. tp takud di bilng alay..
Hmm.. mungkin kalo da yg baca blog ini aja kalian bisa tau..
-aku ga mau kehilangan kalian ampe aku gede nanti, aku mau qta ini bener2 kayak sodara yg selalu ada, karna dalam hidupku, baru 1 kali ini aku dapet persahabtan yg semurni ini, yg saling terbuka, n saling support, maavin aku kalo aku punya salah yahh,, AKU GAK MAU KEHILANGAN KALIAN!!
-aku mau kalo persahabatn ini ga berhenti sampe di sini, tapi sampe di mana emang qt uda “berakhir”-
(bodo amat di bilang alay,, emang ini keinginannqu kok :P …)
Hmm.. tetep semangat yahhh….aku sayang kalian temand :)
Special song 4 u all :
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
