Kamis, 30 September 2010

Nasib Terumbu Karang di Indonesia



Pernahkah anda melihat tentang kerasnya kehidupan yang saudara2 kita alami dalam mencari sesuap nasi??

Yah, mereka mencari secercah kehidupan dengan tantangan hidup yang mereka harus hadapi. Suka duka pun juga tak urung mereka lalui bersama dengan keluarga mereka. Tapi, apakah anda tau bahwa bagaimana nasib masyarakat yang ada di daerah pinggir pantai dalam menghadapi tantangan hidup ini?

Beberapa waktu yang lalu, saya melihat sebuah tayangan di salah satu stasiun televisi. Di mana mereka memuat berita tentang masyarakat yang tinggal di daerah pinggir pantai. Ada yang membuat saya terkejut dengan isi tayangan tersebut, ternyata pekerjaan yang mereka lakukan sangatlah merugikan alam ini.

Menjadi seorang “Pencari Terumbu Karang” tidaklah mudah. Pekerjaan penuh resiko harus mereka hadapi entah di tengah teriknya matahari maupun dinginnya malam, MEREKA MENYELAM! Sungguh hal yang sangat miris untuk kita simak, apabila terumbu karang di laut Indonesia harus terkuras habis. Lalu kemana terumbu karang itu di kirim? Biasanya terumbu karang tersebut di kirim melalui stan2 terdekat dengan harga yang tidak sebanding dengan perjuangan para “Pemburu Terumbu Karang” ketika menyelam. Harga yang tidak sebanding juga dengan pertumbuhan karang tiap 1cm-nya. Dan resiko2 yang terjadi.

Sedangkan tiap 0,5 cm - 1cm dr terumbu karang itu harus menunggu selama 1 tahun. Bisa anda bayangkan butuh berapa lama terumbu karang memiliki karang yang padat dan kokoh seperti yang sering kita lihat di laut? Mungkin dari beberapa orang menganggap bahwa pertumbuhan terumbu karang sangatlah singkat, tapi kenyataan berbeda jauh. Bagaimana jika eksploitasi alam (laut) terkuras habis tanpa penanganan lebih dini?

Tanpa pengetahuan yang matang, tentu seseorang tidak dapat menggali potensi alam yang di benarkan.

Tapi, sebenarnya di sisi lain masyarakat pinggir pantai itu juga tidak memeliki lapangan pekerjaan selain menjadi pencari terumbu karang. Hanya itulah satu-satunya pekerjaan yang di geluti mereka hingga kini. Karena terbatasnya kemampuan mereka dalam hal pendidikan, maka sulit juga untuk mereka mencari pekerjaan di luar itu semua. Apabila di Tanya, apakah mereka mau tahu bahwa pekerjaan mereka ini berbahaya? Dengan tegas mereka menjawab ,” ya, saya tahu, tapi mau bagaimana lagi, sudah tidak ada pekerjaan lainnya yang menjamin kelangsungan hidup saya, Cuma ini satu-satunya meskipun banyak larangan karena mergikan alam...”

Sungguh miris mendengar jawaban salah satu penduduk yang menjadi bagian dari pekerjaan itu. Lalu harus bagaimanakah pemerintah menanggapi suara rakyat seperti ini? Apakah kejadian seperti ini akan terus berlanjut hingga nantinya kita lah yang merasakan dampaknya apabila terumbu karang sudah terkuras habis??

Yah tapi inilah kehidupan, dan inilah alam kita yang harus kita jaga. Setidaknya, kita harus tahu dampak apa yang kita hadapi ketika alam ini mulai marah kepada kita, jika kita terus untuk merusaknya. Sebenarnya, banyak potensi alam yang dapat kita gali, tapi cenderung kerusakan tidak dapat di hindarkan akibat tangan manusia yang perlahan memperparah keadaan.

Sayangilah alam kita mulai dari sekarang. Bukan dengan alasan pekerjaan kita harus merusak terumbu karang kita, tapi carilah hal lain yang dapat kita jadikan lebih berharga tanpa merusak bumi kita ini.

Senin, 06 September 2010

TUHAN menjawabku (Matius)


Ketika aku bertanya dalam hatiku, “apakah aku sendiri dalam melangkah?”


TUHAN menjawabku dengan lembut, “sekali-kali aku tidak akan pernah meninggalkan engkau anakKU


Aku menangis dan dalam heningku, aku berkata ,”Bapa, kini aku ingin berteriak karna aku tak mampu berdiri, aku tak mampu kendalikan diriku saat ini. Dan aku tidak tau harus berkata apa?!”


TUHAN menjawabku melalui perkataan firmanNYA ,”AnakKU, jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat 6:6)


Tersentaklah aku, ketika aku mendengar DIA berkata seperti itu, dan dalam hatiku bertanya, “ya Bapa, bagaimana aku dapat menemukan jawaban atas pergumulan hidupku kini Bapa, aku berseru saat ini dalam doaku, aku ingin mendapat sebuah jawaban dariMU Bapa.”


Sekali lagi Tuhan menjawabku, IA berkata, “Mintalah, maka akan di berikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan.” (Mat 7:7-8)


Ketika itu aku menangis sebab aku tahu bahwa TUHAN turut bekerja dalam segala sesuatu.


Dan aku percaya bahwa IA tidak akan pernah meninggalkan anak2NYA yang berseru kepadaNYA.


Berikan yang terbaik untuk KemuliaanNYA saat ini, esok dan selamanya…




God Bless Us!